MATERI AQIDAH / AKHLAK

MENJALIN HUBUNGAN HARMONIS ANTAR PEMELUK AGAMA

Di dalam al-Qur’an, demikian juga  di berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan ditemukan sejumlah rekaman atas fakta yang mengisyaratkan bahwa hubungan harmonis antar pemeluka agama merupakan satu hal yang realistis untuk diciptakan. Fakta-fakta yang demikian penting dan relevan diungkap dalam rangka menanggapi dua pandangan keliru, yakni pandangan bahwa Islam adalah agama yang melegalkan kekerasan dan pandangan yang melahirkan sikap tidak menghargai humanitas seseorang karena perbedaan keyakinan.

Sejarah kehidupan Rasulullah menuturkan bahwa dalam usianya yang masih belia, ia diajak oleh pamannya, Abu Thalib, berdagang ke Syam. Sesampai di Basrah, mereka bertemu dengan Buhairah, seorang Rahib yang jujur, menjaga keaslian ajaran yang dianutnya. Rahib inilah yang pertama membuka tabir masa depan Muhammad. Menyadari bahwa anak laki-laki yang sedang ditemuinya itu kelak menjadi Rasul berdasarkan informasi dari kitab suci uang diyakininya, maka ia menyarankan kepada Abu Thalib untuk mengantarnya pulang ke Mekah. Buhairah menyadari bahwa keberadaannya di Syam atau di perjalanan mengancam kesalamatannya. Fakta lain, ketika Muhammad mengalami kebingungan menyusul turunnya wahyu yang pertama, Khadijah bint Khuwailid, mengantar beliau menemui Waraqah ibn Naufal, seorang penganut agama nasrani yang sangat taat dan shaleh. Ia adalah sosok yang meyakinkan Muhammad bahwa yang datang padanya adalah Malaikat Jibril dan yang diterimanya adalah wahyu dari Allah sebagai tanda kenabian.